Marilah Kita Makmurkan Rumah Rumah Allah

memakmurkan rumah AllahMarilah Kita Makmurkan Rumah Rumah Allah. Masjid merupakan sebuah tempat suci yang kedudukannya amat agung bagi umat Islam. Selain sebagai pusat ibadah, ia juga merupakan lambang kebesaran syi’ar dakwah Islam.

Alhamdulillah, kaum muslimin pun telah terpanggil untuk bahu-membahu dalam membangun masjid-masjid di setiap daerah masing-masing. Hampir tidak dijumpai lagi suatu daerah yang mayoritas penduduknya kaum muslimin kosong dari masjid.

Bahkan terlihat bangunan-bangunan masjid semakin diperlebar serta di lengkapi dengan berbagai fasilitas agar dapat membuat nyaman jama’ah.

Semoga semua usaha ini menjadi amal ibadah yang barokah karena mengamalkan hadits Rasulullah Saw“Barang siapa yang membangun masjid karena mengharap wajah Allah, niscaya Allah akan bangunkan baginya semisalnya di surga.” (HR. Al Bukhari)

Tentunya akan lebih barokah lagi bilamana kaum muslimin mampu merealisasikan tujuan pokok dibangunnya masjid itu sendiri. Salah satu fungsi dibangunnya masjid adalah menegakkan shalat berjama’ah di dalamnya.

Ternyata, bila kita menengok kondisi masjid-masjid yang ada, akan terlihat shaff (barisan) makmum semakin maju, alias sepi. Bahkan ada beberapa masjid yang tidak menegakkan shalat berjama’ah lima waktu secara penuh.

Kondisi ini seharusnya menjadikan hati kita tersentuh hingga bisa berupaya dan ikut serta bertanggung jawab dalam memakmurkan masjid.

Untuk itu dalam tulisan kali ini akan dimuat pembahasan tentang keutamaan masjid dan keutamaan memakmurkannya. Teriring harapan agar kita semua menjadi orang-orang yang akan memakmurkan masjid sebagaimana maksud awal dibangunnya masjid adalah untuk dimakmurkan.

Makna Memakmurkan Masjid

Masjid dengan kasrah pada huruf jim dalam bahasa Arab adalah isim makan (kata keterangan tempat yang artinya bersujud) yang menyelisihi timbangan aslinya yaitu dengan fathah pada huruf jim.

Maka, arti kata masjid adalah tempat bersujud. Nabi Saw bersabda: “Dan (seluruh permukaan) bumi ini telah dijadikan untukku sebagai tempat bersujud dan alat bersuci.” (Muttafaq ’alaihih)

Menurut istilah, yang dimaksud masjid adalah suatu bangunan yang memiliki batas-batas tertentu yang didirikan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT seperti shalat, dzikir, membaca al-Qur’an, atau ibadah lainnya.

Lebih detail lagi, yang dimaksud masjid di sini adalah tempat didirikannya shalat berjama’ah, baik ditegakkan di dalamnya shalat Jum’at maupun tidak. Hal ini bisa dilihat dalam firman Allah SWT di antaranya dalam Surat Al-Baqarah (2): 114 dan 187, Al-Jin (72): 18.

Adapun kata “memakmurkan” adalah salah satu arti dari sebuah kata dalam bahasa Arab yang juga memiliki banyak arti lain di antaranya: menghuni (mendiami), menetapi, menyembah, mengabdi (berbakti), membangun (mendirikan), mengisi, memperbaiki, mencukupi, menghidupkan, menghormati, dan memelihara.

Dengan demikian, yang dimaksud “memakmurkan masjid” adalah membangun dan mendirikan masjid, mengisi dan menghidupkannya dengan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, menghormati dan memeliharanya dengan cara membersihkannya dari kotoran-kotoran atau sampah serta memberinya wewangian.

Keutamaan Masjid

1. Masjid merupakan tempat yang pertama kali Rasulullah Saw perhatikan tatkala hijrah ke kota Madinah. Tatkala itu terbukti bahwa Rasulullah Saw langsung memerintah para sahabat membangun masjid. (HR. al-Bukhari)

2. Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah SWT daripada tempat lain yang ada di bumi. Rasulullah bersabda, “Yang paling dicintai oleh Allah dari suatu tempat ialah masjidnya, dan yang paling dibenci ialah pasarnya.” (HR. Muslim)

3. Masjid adalah tempat untuk mengingat Allah SWT, dan menyebut nama-Nya. Masjid juga termasuk syi’ar-syi’ar Islam (lihat QS. an-Nur (24): 36-38).

4. Masjid adalah rumahnya orang-orang yang dinaungi oleh Allah kelak di hari kiamat. Nabi Saw bersabda, “Tujuh golongan yang Allah naungi pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya dan di antaranya ialah seorang pemuda yang hatinya bergantung kepada masjid.” (HR. al-Bukhari)

Memakmurkan Masjid

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada apa pun kecuali kepada Allah, maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah (9): 18)

Kemudian harap diketahui bahwasanya memakmurkan masjid itu beraneka ragam caranya dan pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw di antaranya:

1. Membangunnya

Nabi bersabda, “Barang siapa yang membangun masjid dengan mengharap pahala dari Allah, maka Allah membangun baginya rumah di surga.” (HR. Bukhari)

2. Menegakkan shalat di dalamnya

Sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Surat al-Baqarah (2): 43. Begitu juga sabda Nabi : “Apabila salah seorang di antara kalian berwudhu di rumahnya, kemudian mendatangi masjid, maka seakan-akan dia itu sedang melaksanakan shalat hingga ia kembali ke rumahnya.” (Shahih Targhib wal Tarhib)

3. Mempelajari ilmu syar’i di dalamnya

Nabi Saw bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), mereka membaca al-Qur’an dan mempelajarinya, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat Allah akan meliputinya, dan para malaikat akan menaunginya, dan Allah akan menyebut-nyebut namanva di hadapan para malaikat-Nya.” (HR. Muslim)

4. Menjaga kebersihan dan kesuciannya

Aisyah berkata, “Rasulullah memerintah kami membangun masjid di kabilah-kabilah, dan membersihkan serta memberinya wewangian.” (HR. Abu Dawud)

Larangan-Larangan Seputar Masjid

Para pembaca yang budiman, tatkala Rasulullah memerintah umatnya membangun masjid, maka ketahuilah bahwa membangun masjid tersebut memiliki tujuan-tujuan yang mulia,

sedangkan kita dianjurkan untuk memakmurkannya dengan hal-hal yang telah kita sebutkan di atas. Perlu diketahui pula, ada beberapa larangan seputar masjid yang harus kita jauhi, di antaranya:

1. Membangun masjid di atas kuburan

Rasulullah bersabda tatkala sakit parah menjelang wafatnya, “Laknat Allah atas orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Bukhari). Selain itu, tidak boleh mengubur mayat di masjid.

2. Mengumumkan dan mencari barang yang hilang di masjid

Nabi bersabda, “Barang siapa mendengar seorang mengumumkan atau mencari barang yang hilang di masjid, maka katakanlah, ‘Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu, karena masjid dibangun bukan untuk hal ini. (HR. Muslim)

3. Jual beli di masjid

Nabi bersabda, “Apabila kalian melihat orang berjualan atau membeli di masjid maka katakanlah, ‘Semoga Allah tidak menguntungkan jual belimu ini.” (HR. Bukhari)

4. Mengangkat suara di masjid tanpa ada kebutuhan yang syar’i

Alasannya, perbuatan itu tidak pantas memandang mulianya masjid tersebut. Tatkala ada dua orang dari Thaif ribut di Masjid Nabawi, sahabat Umar marah dan berkata, “Seandainya kalian dari kota ini, maka sungguh aku akan memukul kalian karena kalian mengangkat suara di Masjid Nabi.” (HR. Bukhari)

5. Memanfaatkan masjid untuk urusan dunia

Tidak boleh memanfaatkan masjid untuk urusan-urusan dunia seperti dakwah kepada kelompok-kelompok tertentu dan yang lainnya, karena masjid tidak dibangun untuk urusan-urusan dunia.

6. Menghiasi masjid

Banyak di antara kaum muslimin berlomba-lomba membangun masjid dengan bangunan nan megah lagi mewah lengkap dengan hiasan atau ornajngn mahal di segala sudutnya.

Mereka menyangka dengan amalan ini akan dapat membuahkan pahala di sisi Allah. Namun, sayangnya, Nabi telah melarang keras hal ini. Sabda beliau, “Di antara tanda datangnya kiamat adalah saling berbangga-bangganya manusia dengan masjid.” (HR. Abu Dawud)

makmurkan masjidDemikianlah pembahasan ringkas tentang keutamaan masjid dan memakmurkannya. Semoga Allah SWT memberikan kepada kita taufiq dan hidayah-Nya, sehingga kita dapat mengamalkannya (karena ilmu tidak akan bermanfaat bahkan dapat menjadi bumerang bagi pemiliknya kalau tidak diamalkan)

dan semoga kita tergolong di antara orang-orang yang memakmurkan masjid dan di antara hamba-Nya yang mendapat naungan-Nya di hari yang tiada naungan dan pertolongan kecuali dari-Nya. Aamiin …

Ust. Abu Usamah al-Kadiriy Ponpes. al-Furqon al-lslami, Srowo – Sidayu – Gresik