Jangan Bunuh Anakmu Karena Takut Miskin !

Jangan Bunuh Anakmu Karena Takut Miskin.  Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yakni: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.

Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar “. Demikian itu yang diperintahkan kepada kalian supaya kalian memahami(nya). ” (Q.S.Al An’am 151)

Pendahuluan

Satu keprihatinan yang mendalam bagi ummat yang beriman adalah masih banyaknya saudara-saudara kita yang tidak mampu menghindar dari ajakan syetan untuk melenyapkan nyawa manusia tanpa sebab yang dibenarkan agama. Buktinya, banyak diberitakan di televisi, orang begitu menganggap enteng untuk membunuh orang.

Bahkan dengan cara mutilasi, mayatnya di potong-potong demi menghilangkan jejak. Si pembunuh nampaknya tidak menyadari bahwa ketika di dunia barangkali bisa terlepas dari hukuman, meskipun sulit dilakukan, tetapi di akherat tidak boleh tidak, pasti tidak akan lepas dari hukuman sebagai seorang pembunuh.

Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah orang tua yang tega membunuh anaknya sendiri, apapun alasannya, seperti yang sering diberitakan media elektronika. Padahal Al-Quran dengan tegas telah melarang semacam itu, seperti yang tertulis dalam Al-Quran surat Al-An’am 141 yang kami tulis sebagai headline atas.

Berdasarkan ayat tersebut, ada 5 hal kita cermati, kita perhatikan, dan kita jadikan bagian dari rambu-rambu kehidupan, yakni satu berupa perintah, dan empat larangan Allah SWT.

1.  Jangan Mempersekutukan Sesuatu Dengan Allah

Larangan ini banyak disebutkan dalam Al-Quran maupun Al hadits karena memang sangat prinsipiil. Dan kalau di nalar, memang sangat tidak masuk akal jika seseorang itu menyekutukan Allah SWT.  Allah menciptakan manusia, dengan tujuan agar manusia beribadah dan menyembah kepadaNya, tetapi manusia malah menyembah selain Allah.

Di satu sisi ada yang menyembah Allah, tetapi juga menyembah kepada selain Allah, yang berarti menyekutukan-Nya. Manusia sudah diberitahu bahwa yang memiliki segala rizqi adalah Allah, tetapi justru manusia meminta rizqi kepada selain Allah. Ini sungguh irrasional. Oleh karena itu Allah dengan tegas menggariskan dalam Al-Quran :

 “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakinya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” (O S.An Nisaa ’ 48)

2. Berbuat Baiklah Kepada Kedua Orang Tua

Ini merupakan perintah; dan menurut llmu Ushul Fiqih, Al Ashlu Fi Amri Lilwujub (Pada dasarnya perintah itu menunjukkan wajib). Dengan demikian, berarti ayat tersebut mewajibkan kita untuk berbuat ihsan (berbuat baik) kepada kedua orang tua.

Caranya adalah dengan mentaati perintahnya dan menjauhi larangannya dan membuat senang serta ridha terhadap keduanya. Dengan catatan, perintah dan larangan orang tua di maksud tidak bertentangan dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah. Tetapi jika bertentangan, misal nya orang tua memerintahkan untuk berbuat maksiyat, apalagi menyuruh berbuat musyrik, maka kita tidak perlu bahkan tidak boleh mematuhi mereka.

Namun demikian sikap untuk berbuat baik kepada mereka harus tetap diperlihatkan. Ini dicontohkan Luqman kepada anaknya dalam memberikan mau ’izhoh, yang tertera dalam Al-Quran surat Luqman 14-15 yang berbunyi : “ Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekuiukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik . (Q.S-Luqman 1415).

3.  Jangan Bunuh Anakmu Karena Takut Miskin

Orang yang tega membunuh anaknya sendiri sebenarnya itu lebih biadab dibanding hewan, karena meskipun binatang buas, tetap saja tidak mau memangsa anaknya sendiri.

Adapun orang yang tega membunuh anaknya sendiri, biasanya ada sebab, di antaranya karena kesal dengan suami, namun kebanyakan adalah karena alasan ekonomi, alasan kemiskinan, takut kalau-kalau tidak bisa memberinya makan.

Padahal Allah secara tegas telah menjelaskan dalam Al-Quran surat Al-An’am 151 di atas, bahwa Allah akan memberikan rizqi buat si anak di samping memberi rizqi buat orang tuanya. Tetapi karena orang itu tidak pernah mau mempelajari Al Quran, maka dia pun tidak tahu akan janji Allah tadi.

Bahkan tidak sedikit orang tua yang membunuh anaknya sendiri dengan cara yang tragis dan mengerikan. Ada yang anaknya diminumi racun, ada yang dengan cara mencekik lehernya, ada pula yang dengan membakarnya hidup-hidup.

Padahal perbuatan semacam itu di samping merupakan tindak kriminal, juga merupakan perbuatan yang amat sangat dilarang oleh Allah SWT. Di satu sisi, ribuan janin melayang akilat ulah para remaja yang melakukan aborsi karena hamil di luar nikah.

Padahal hukumnya tidak berbeda dengan membunuh anak, khususnya jika yang di gugurkan sudah berujud janin, Ini benar-benar memprihatinkan ! Dan larangan membunuh anak-anaknya termaktub dalam Al-Quran surat Al-An’am, melainkan juga surat Al-Isra’ yang menyebutkan : “ Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan, Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. ’’ (Q.S.A1 Isra:31)

4.  Janganlah Mendekati Perbuatan Keji

Di sini disebutkan, bahwa yang dilarang itu bukan hanya mendekat pada perbuatan keji yang nampak, melainkan perbuatan keji yang tidak Nampak. Jika mendekat saja tidak boleh, apalagi melakukannya.

Adapun jenis-jenis perbuatan keji yang nampak, dalam arti gampang dibuktikan adalah narkoba, perzinaan, mencuri dengan segala jenisnya, berbuat zhalim), terlebih lagi menganiaya orang tua, menganiaya istri,anak, pembantu rumah tangga,karyawan dll. Sedangkan jenis-jenis perbuatan keji yang tidak nampak adalah sihir, tenung, santet, dan sebangsanya.

5. Janganlah Membunuh Jiwa Yang Diharamkan

Maksudnya adalah agar kita jangan membunuh orang yang oleh Allah dilarang membunuhnya. Adapun membunuh orang yang mestinya dibunuh, misalnya sebagai pelaksanaan qishah, atau merajam orang yang mestinya dirajam, itu tidak berdosa.

Yang perlu kita sadari bahwa jika Allah memerintahkan sesuatu, itu pasti Allah menyediakan imbalan pahalanya. Sebaliknya, jika Allah menetapkan suatu larangan, pasti diiringi dengan menentukan sangsi dan mengeterapkannya kepada para pelanggar secara konsekuen.

Jadi tidak seperti manusia, kadang sudah membuat peraturan sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tetapi terhadap para pelanggarnya, tidak dikenakan sangsi sebagaimana mestinya.

Demikian, dan akhirnya kami berharap, mudah-mudahan setelah ini, sudah tidak ada lagi ummat Islam yang berani melakukan dosa besar, tidak ada orang tua yang tega membunuh anaknya, tidak ada lagi pembunuhan, tidak ada perampokan.

Bahkan tidak ada lagi penganiayaan dalam bentuk apa pun. Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua. Amin. Wal ‘afwu minkum. Hadaanallaahu wa iyyaakum !

H.S Usman AM Sekretariat: Jl. KH. Abd. Malik no. 1 Mersi Purwokerto 

Share Button