Hikmah dan Makna dari Peristiwa Isra Miraj Baginda Rasullulah SAW

isra miraj Rosullulah Hikmah dan Makna dari Peristiwa Isra Miraj Baginda Rasullulah Saw. “Wahai sekalian jin dan manusia, apabila kalian mampu menjelajah, langit dan bumi, maka jelajahilah. Kalian tidak dapat menjelajahinya kecuali dengan kekuatan (IPTEK.) ” (QS ar- Rahman 33).

Pada malam itu, terjadi peristiwa agung, Tanggal 27 Rajab tahun 1 sebelum Hijrah (622M), bagi ummat Islam adalah merupakan hari yang penuh makna.

Isra dan Mi’raj Nabi kita Muhammad SAW. Isra’ dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha, dan Mi’raj dari Masjidil Aqsha ke Sidratil Muntaha. Suatu peristiwa yang saat itu memang terkesan irrasionai kecuali bagi mereka yang tebal iman.

Irrasionainya antara lain perjalanan yang jauhnya tiada terhingga.Dari Majidil Haram ke Masjidii Aqsha yang berjarak tidak kurang dari 1820 km kemudian ke Sidratil Muntaha dengan melintasi 7 langit, hanya ditempuh dalam waktu kurang dari satu malam pulang pergi.

Maka ada sebagian ahli tafsir yang mengatakan bawa peristiwa itu hanya ruh Muhammad saja seperti halnya mimpi. Namun menurut sebagian besar ahli tafsir, termasuk HAMKA, mereka meyakini bahwa isra’ dan mi’raj itu roh dan jasadnya.

Ini didasarkan pada kata ‘Abdun yang terdapat dalam Al Quran surat Al Isra’ ayat 1, di mana kata ‘abdun (hamba) adalah berupa roh dan jasad.

Ayat dimaksud berbunyi: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui(QS al-Isra ’:1).

Di samping itu, jika memang berita tadi diterima oleh masyarakat Quraisy saat itu sebagai mimpi, tentu tidak ada orang yang menentangnya, karena buat apa menentang orang mimpi, toh kita juga kadang mimpi yang aneh-aneh.

Hanya saja kita tentu saja tidak bisa menyalahkan ataupun membenarkan orang mimpi. Tetapi karena Rasul SAW menginformasikan bahwa itu bukanlah mimpi, maka Abu Lahab saat itu langsung menolak dan membohongkan berita itu.

Bahkan Muth’im bin Adi menanyakan hal ihwal Masjidil Aqsha, untuk menguji, benarkah Muhammad telah melihatnya.

Seketika Allah pun memperlihatkan gambar Masjidil Aqsha (barangkali semacam layar televisi sekarang) di depan Rasul SAW sehingga Rasul bisa menyebutkan dengan cepat, tepat dan benar keadaan masjidil Aqsha.

Urgensi Peristtwa Isra’ Mi’ Raj Bagi Ummat Masa Kini

Ajaran Isra’ Mi’raj bagi Ummat Islam masa kini, adalah sangat urgen, sangat penting, bahkan merupakan sesuatu yang paling essensial, karena justru melalui peristiwa itulah shalat lima waktu disyari’atkan.

Di samping hal-hal lain, baik berupa kepemimpinan, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang transportasi, komunikasi, informasi medis dan akhlaq, juga pertanda bahwa taqdir itu bisa dirobah dengan doa.

Baiklah di sini kami ungkapkan sebagian kecil dari hal-hal tadi .

l. Perihal Kepemimpinan

  • Sebelum seseorang memimpin suatu organisasi, negara ataupun perusahaan, perlu bersih diri. Ini diperlihatkan dengan dioperasinya hati Rasul sebelum menjalankan Isra’ Mi’raj.
  • Guna akselerasi (mempercepat Proses) dalam melaksanakan tugasnya, seorang pemimpin perlu memiliki kendaraan yang memadai. Ini digambarkan dengan disediakannya kendaraan Buraq bagi Nabi Muhammad SAW.
  • Sebelum menyusun program, sebaiknya orientasi dahulu (turba) terhadap karakter rakyat yang akan dipimpinnya. Ini dicontohkan dengan diperlihatkannya kepada Rasul SAW berbagai type kelakuan manusia yang akan dipimpinnya sepanjang perjalan Is ra’nya nya menuju Masjidil Aq sha.Mereka ada yang baik misalnya perihal orang yang shadaqah jariyah, keteguhan iman Siti Masyithah, juga contoh yang buruk, misalnya perihal akibat memakan riba, dan orang yang berselingkuh.
  • Perlunya konsultasi untuk mendapatkan sumbang saran dari mereka yang pernah memimpin. Seperti yang dialami Rasul, beliau sempat bertemu dengan 8 orang Nabi di tujuh langit dan memperoleh sumbang saran dari Nabi Musa AS sehingga shalat yang semula diwajibkan 50 waktu dalam sehari semalam menjadi hanya 5 waktu dengan pahala sama.
  • Seorang pemimpin perlu memiliki arah dan tujuan yang jelas bagi yang dipimpinnya, Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj diperlihatkan kepada Rasul SAW sorga yang indah sebagai muara terakhir bagi ummatnya yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan neraka yang mengerikan sebagai muara akhir bagi ummatnya yang kufur, musyrik dan tidak mau mentaati perintah Allah dan rasul- Nya.
  • Seorang pemimpin harus bisa menentukan kewajiban apa yang harus dilakukan ummatnya agar mereka bisa meraih tujuan akhir yang indah, yakni kewajiban shalat lima waktu.

2.  Bidang Penjelajahan Ruang Angkasa

Ketika Mi’raj, Nabi Muhammad SAW menjelajah 7 langit untuk bisa bertemu dengan 8 Nabi, yakni : Adam, Yahya-Isya, Yusuf, Idris, Harun, Musa dan Ibrahim ‘Alaihi- mussalam.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa manusia sebenarnya diberi kemampuan untuk bisa menjelajah ruang angkasa, asalkan bisa menguasai sulthan (IPTEK).

Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran surat Arrahman ayat 3. Dan sekarang sudah terbukti dengan diciptakannya pesawat ulang alik seperti Appolo, Luna, Chalenger, Casa, dll.

3. Perihal medical Scientist.(IPTEK bidang Kedokteran)

Bahwa sebenarnya manusia memungkinkan untuk dibedah tubuhnya dan tetap hidup, seperti yang dilakukan Rasul SAW. Dan hal itu sekarang sudah menjadi kenyataan.

4. Kendaraan Super Cepat

Perihal kendaraan super cepat yang bisa digunakan di darat dan di angkasa seperti yang dicontohkan Allah berupa seekor Buraq, dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya yang belum pernah ada sebelumnya.

Dan sekarang manusia sudah bisa membuktikannya, meskipun belum secepat dan secanggih Buraq.

5. Perihal Etika Menghadap Allah

Jika kita akan bertawajjuh atau bermunajat kepada Allah melalui shalat misalnya, maka perlu didahului dengan bersih diri, mandi janabah bila terkena hadas besar, dan wudhu jika terkena hadats kecil. Ini diisyaratkan, ketika Nabi hendak menghadap Allah, hatinya dibersihkan dengan dicuci memakai air zamzam.

6.  Antara Taqdir dan Doa

Sesuatu yang sudah ditaqdirkan oleh Allah itu sebenarnya masih bisa dirubah, caranya adalah dengan doa. Ini diisyaratkan, ketika Rasulullah SAW menghadap kepada Allah kemudian diberi tugas agar beliau dan ummatnya shalat 50 waktu dalam sehari semalam.

Itulah taqdir yang diberikan. Namun setelah dikonsultasikan dengan Nabi Musa AS, beliau menganjurkan agar Nabi Muhammad SAW memohon keringanan. Maka beliau pun memohon keringanan kepada Allah SWT.

Permohonan dikabulkan, untuk yang pertama diberi keringanan 10 waktu. Kemudian memohon lagi dan diberi keringanan lagi. Begitu seterusnya hingga tinggal 5 waktu sehari semalam.Ini menunjukkan bahwa taqdir bisa dirobah dengan doa, sedangkan berdoa jangan hanya sekali, melainkan berkali- kali.

7. Perihal Keteguhan Iman

Ini dilambangkan dengan bau semerbak mewangi dari makam Siti Masyithah yang wafat direbus oleh Fir’aun gara-gara mempertahankan iman.

Demikian, semoga dengan mengungkap kembali peristiwa Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW, hati kita semakin yakin bahwa ibadah shalat adalah puncak dari segala ibadah.

isra miraj Nabi MuhammadBuktinya, Allah memberikan perintah itu tidak melalui perantara. Juga semakin yakin, bahwa Islam itu merupakan agama yang paling sempuma, yang jangkauannya bukan hanya sekedar ritual belaka, melainkan juga sampai pada masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang amat berguna bagi kesejahteraan ummat manusia.

Wallahu A’lam bish shawab

HS.Usman Jln. K H Abd. Malik no. Mersi Purwokerto

Share Button